BYD Racco Segera Meluncur? Siap Hadang Wuling Aira ev?

Authored by: Muhammad Hafizh

Updated: 27 Agu 2026, 18.12

4 min read

BYD Racco tiba-tiba muncul beberapa kali di akun Instagram resmi BYD Indonesia. BYD Indonesia pun beberapa kali membahas Racco secara berurutan, mulai dari desain, pilihan warna, hingga fitur yang ditawarkan.

Kemunculan tersebut cukup menarik, mengingat Racco sendiri saat ini baru dipasarkan di Jepang. BYD Indonesia pun kini mengakui bahwa mereka sedang melakukan studi untuk melihat potensi dan respons pasar terhadap Racco di Indonesia.

Dibuat Khusus untuk Jepang

BYD Racco merupakan kei car listrik pertama yang dibuat BYD. Mobil ini resmi dijual di Jepang pada Juli 2026 dan sejak awal memang dirancang mengikuti regulasi kei car di negara tersebut.

Kenapa harus bikin mobil sekecil ini?

Karena kei car memang punya tempat yang sangat besar di Jepang. Mobil dengan dimensi ringkas tersebut menyumbang sekitar sepertiga penjualan mobil baru di Negeri Sakura. Ukurannya cocok dengan jalan yang sempit, area parkir yang terbatas, ditambah adanya keuntungan dari sisi pajak dan biaya kepemilikan.

BYD pun tidak mau sekadar mengambil mobil yang sudah ada lalu mengecilkannya. Racco dikembangkan dari awal dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna Jepang.

Salah satu contohnya adalah penggunaan electric sliding door di kedua sisi. Fitur ini cukup masuk akal untuk mobil yang sering digunakan di area parkir sempit.

Bodinya juga dibuat tinggi dengan dimensi 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi mencapai 1.800 mm. Walaupun panjangnya hanya sekitar 3,4 meter, Racco memiliki wheelbase 2.520 mm. Jadi, ruang kabinnya bisa dibuat lebih lega tanpa harus membuat bodinya terlalu panjang.

Bahkan urusan teknisnya pun tidak main-main. BYD menggunakan motor listrik 47 kW atau sekitar 64 PS dengan torsi 160 Nm. Ada dua pilihan baterai, yakni 22,4 kWh dan 35,84 kWh, dengan jarak tempuh masing-masing mencapai 210 km dan 320 km.

Di Jepang, Racco tersedia dalam tiga varian, yaitu 200, 300 Plus, dan 300 Premium. Harganya sendiri di Jepang berada di kisaran Rp238 jutaan hingga Rp278 jutaan jika sekadar dikonversikan, sebelum memperhitungkan berbagai biaya apabila nantinya dibawa ke Indonesia.

Yang menarik, respons awal di Jepang juga cukup positif. Dalam dua minggu pertama setelah diluncurkan, Racco sudah mencatat lebih dari 1.000 pesanan dan jumlahnya kemudian meningkat menjadi sekitar 1.600 unit.

Kalau Masuk Indonesia, Lawannya Siapa?

Nah, kalau Racco benar-benar dibawa ke Indonesia, pertanyaannya tentu bukan cuma soal harga.

Pasalnya, Indonesia tidak memiliki kategori kei car seperti Jepang. Namun, mobil listrik mungil untuk kebutuhan perkotaan sudah punya pemain yang cukup kuat, salah satunya adalah Wuling Aira ev.

Dari ukuran saja, Racco dan Aira ev sebenarnya punya karakter yang cukup berbeda.

Dimensi & SpesifikasiBYD RaccoWuling Aira ev
Panjang3.395 mm2.974 mm
Lebar1.475 mm1.505 mm
Tinggi1.800 mm1.631 mm
Wheelbase2.520 mm2.010 mm
Tenaga64 PS41–48 PS*
Torsi160 Nm85 Nm
Baterai22,4 / 35,84 kWh17,3 / 26,7 kWh*
Jarak tempuh210 / 320 kmhingga 300 km*
PenggerakFWDRWD

*Spesifikasi Wuling Aira ev berbeda berdasarkan varian.

Dari sini terlihat kalau Racco punya beberapa keunggulan di atas kertas. Wheelbase-nya jauh lebih panjang, tenaga dan torsinya lebih besar, sementara baterai terbesarnya juga mencapai 35,84 kWh.

Namun, Aira ev punya satu senjata yang tidak kalah penting, yakni harga.

Wuling sudah lebih dulu bermain di segmen mobil listrik mungil Indonesia dengan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, ukurannya yang ringkas juga membuat Aira ev cocok untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Jadi kalau Racco masuk Indonesia, harga bakal jadi salah satu kunci. Pasalnya, mobil ini nantinya harus berhadapan dengan mobil listrik mungil yang sudah lebih dulu dikenal konsumen Indonesia, seperti Wuling Aira ev.

Untuk sekarang, BYD memang belum memastikan kapan Racco akan dijual di Indonesia. Namun, setelah muncul beberapa kali di akun resmi BYD Indonesia dan perusahaan mengakui sedang melakukan studi pasar, kehadiran kei car listrik ini di Tanah Air semakin menarik untuk ditunggu.

Kalau benar masuk, apakah BYD Racco bisa mengganggu posisi Wuling Aira ev di pasar mobil listrik mungil Indonesia?

Tags